Suaq Bakong — Sebuah inovasi
kembali diwujudkan oleh MTsN 2 Aceh Selatan. Melalui pengelolaan unit
kewirausahaan, madrasah berhasil menghadirkan satu unit mobil operasional yang
nantinya akan digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan siswa, guru, tenaga
kependidikan, dan kegiatan madrasah.
Pengadaan mobil ini menjadi bagian dari komitmen Kepala MTsN 2 Aceh Selatan, Muslizar, S.Pd, bersama seluruh warga madrasah untuk terus melakukan perubahan dalam meningkatkan pelayanan pendidikan.
Bagi Muslizar, kewirausahaan
madrasah tidak seharusnya hanya berhenti pada menghasilkan pemasukan. Dana yang
terkumpul perlu dikelola secara produktif sehingga dapat berubah menjadi aset
yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kita ingin mengubah cara
berpikir dalam mengelola kewirausahaan. Daripada uang yang ada di kas
kewirausahaan habis untuk makan-makan, tour dan kegiatan lainnya, lebih baik
kita investasikan menjadi aset yang manfaatnya dapat dirasakan bersama,” ungkap
Muslizar.
MTsN 2 Aceh Selatan Susun SOP Penggunaan Mobil Operasional Madrasah dan Tetapkan Jadwal Pesijuk
Dari Usaha Madrasah Menjadi Aset
Mobil operasional tersebut dibeli
dari hasil pengembangan sejumlah unit usaha yang dikelola oleh kewirausahaan
MTsN 2 Aceh Selatan.
Pembina Kewirausahaan MTsN 2 Aceh
Selatan, Robi Agustian, S.Si, menyampaikan bahwa sumber dana tersebut berasal
dari beberapa kegiatan usaha, di antaranya penyewaan kantin madrasah, penyewaan
baju toga, penyewaan baju tari, serta dari jasa penyewaan lainnya.
Pengelolaan usaha tersebut
dilakukan secara bertahap hingga akhirnya mampu diwujudkan menjadi sebuah aset
produktif berupa kendaraan operasional.
Hal ini sekaligus menjadi bukti
bahwa potensi yang dimiliki madrasah, apabila dikelola secara kreatif dan
berkelanjutan, dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kepentingan
pendidikan.
Satu Mobil, Banyak Manfaat
Mobil operasional ini nantinya
tidak hanya digunakan untuk kepentingan administrasi madrasah. Kendaraan
tersebut diproyeksikan untuk mendukung berbagai aktivitas warga MTsN 2 Aceh
Selatan.
Di antaranya sebagai transportasi
kegiatan siswa, kegiatan madrasah, serta antar-jemput siswa yang tidak memiliki
kendaraan untuk pergi ke sekolah.
Selain itu, sesuai dengan SOP
yang telah disepakati bersama, kendaraan juga dapat dimanfaatkan untuk
kebutuhan tertentu guru dan tenaga kependidikan secara pribadi.
Untuk menjaga agar penggunaannya tetap tertib, transparan dan bertanggung jawab, pengelolaan mobil akan dilakukan oleh unit kewirausahaan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah disepakati oleh seluruh warga madrasah.
Bukan Sekadar Mobil
Bagi MTsN 2 Aceh Selatan,
kehadiran kendaraan ini bukan semata-mata tentang memiliki sebuah mobil baru.
Lebih dari itu, mobil tersebut menjadi simbol bahwa kewirausahaan madrasah
dapat menjadi sumber kekuatan untuk membangun kemandirian.
Dari kantin, toga, pakaian tari
hingga jasa sewa lainnya serta berbagai
usaha kecil yang dikelola secara konsisten akhirnya dapat dikembangkan menjadi
sebuah aset yang kembali digunakan untuk kepentingan madrasah.
Langkah tersebut menunjukkan
bahwa kemajuan madrasah tidak selalu harus menunggu bantuan dari luar. Dengan
kreativitas, kebersamaan, pengelolaan yang baik dan keberanian melakukan
inovasi, potensi yang ada di lingkungan madrasah dapat dikembangkan menjadi
kekuatan baru.
Sebagai bentuk rasa syukur atas
terwujudnya salah satu cita-cita dan inovasi madrasah, terlaksanalah Acara
peusijuk atau tepung tawar Mobil operasional ini yang dilaksanakan pada hari ini Jumat (18/09/2026) di Aula MTsN 2 Aceh
Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Madrasah, seluruh guru dan
tenaga kependidikan, serta siswa-siswi MTsN 2 Aceh Selatan.
Kegiatan berlangsung dalam
suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan. Seluruh warga madrasah turut
menyaksikan prosesi peusijuk kemudian doa bersama, berharapan agar mobil
operasional tersebut dapat digunakan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat
bagi kemajuan madrasah.
MTsN 2 Aceh Selatan terus
bergerak. Bukan hanya mendidik siswa untuk menjadi kreatif dan mandiri, tetapi
juga berupaya menjadikan madrasah sebagai tempat lahirnya kreativitas,
kemandirian dan inovasi.
Berikan Komentar