MENANAMKAN AKHLAK TERPUJI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Syamsu Rizal, S.Ag., Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan

Suaq Bakong - MTsN 2 Aceh Selatan melaksanakan upacara bendera di halaman multifungsi pada Senin (31/08/2026). Bertindak sebagai pembina upacara Syamsu Rizal, S.Ag dengan tema amanat "Menanamkan Akhlak Terpuji Dalam Kehidupan Sehari-Hari", Berikut isi dari amanat yang telah disampaikan.

Meneladani Semangat Kemerdekaan dalam belajar

Akhlak merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Seseorang mungkin memiliki ilmu yang tinggi, kecerdasan yang luar biasa, bahkan harta yang melimpah. Namun, tanpa akhlak yang baik, semua itu akan kehilangan makna. Akhlak adalah cermin kepribadian seseorang. Dari cara seseorang berbicara, bersikap, menghormati orang lain, hingga menghadapi masalah, kita dapat melihat bagaimana kualitas akhlaknya.


Dalam kehidupan sehari-hari, akhlak terpuji harus dimulai dari hal-hal kecil. Mengucapkan salam ketika bertemu, berkata jujur, menghormati guru, menyayangi teman, membantu orang yang membutuhkan, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, serta mengucapkan terima kasih ketika menerima kebaikan merupakan contoh sederhana dari akhlak mulia.

1. Akhlak Dimulai dari Rumah

umah adalah sekolah pertama bagi setiap anak. Sebelum seorang anak mengenal guru di sekolah, ia terlebih dahulu mengenal ayah dan ibunya. Oleh karena itu, membiasakan akhlak terpuji harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Seorang anak harus belajar menghormati dan menyayangi kedua orang tua. Jangan sampai kita mudah meninggikan suara kepada ibu yang telah mengandung dan melahirkan kita. Jangan pula kita melupakan ayah yang setiap hari berjuang mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Kadang-kadang kita melihat seorang anak dengan mudah meminta uang kepada orang tuanya. Namun, ia tidak pernah bertanya apakah ayahnya sedang memiliki uang atau tidak. Ia meminta sesuatu tanpa memikirkan betapa keras perjuangan orang tuanya.

Padahal, di balik uang yang diberikan orang tua, mungkin ada keringat yang belum kering. Ada tenaga yang terkuras. Bahkan mungkin ada kesedihan yang tidak pernah diceritakan kepada anak-anaknya.

Maka, salah satu akhlak terpuji yang harus kita tanamkan adalah berbakti kepada kedua orang tua.


2. Menghormati Guru

Setelah orang tua, guru adalah orang yang sangat berjasa dalam kehidupan kita. Guru mungkin tidak melahirkan kita, tetapi guru membantu membuka mata kita terhadap ilmu pengetahuan.

Seorang guru mungkin datang ke sekolah dalam keadaan lelah. Mungkin ia memiliki masalah di rumah. Mungkin tubuhnya sedang tidak sehat. Namun ketika berdiri di depan kelas, ia tetap berusaha mengajar dan mendidik murid-muridnya.

Oleh karena itu, jangan pernah membalas nasihat guru dengan kemarahan. Jangan menganggap teguran guru sebagai kebencian. Terkadang guru berbicara keras bukan karena membenci muridnya, tetapi karena ia tidak ingin muridnya berjalan menuju masa depan yang salah.

Ingatlah, guru yang menegur kita hari ini mungkin sedang berusaha menyelamatkan masa depan kita.


3. Jujur dalam Perkataan dan Perbuatan

Kejujuran adalah salah satu akhlak yang paling mulia. Orang jujur mungkin terkadang menghadapi kesulitan, tetapi kejujuran akan membuat seseorang dipercaya.

Sebaliknya, kebohongan mungkin dapat menyelamatkan seseorang untuk sementara waktu, tetapi pada akhirnya kebenaran akan muncul.

Di sekolah, kejujuran dapat dilakukan dengan tidak menyontek saat ujian, tidak mengambil barang milik teman, mengakui kesalahan ketika melakukan pelanggaran, serta berkata sesuai dengan kenyataan.

Lebih baik mendapatkan nilai rendah karena hasil usaha sendiri daripada mendapatkan nilai tinggi dengan cara curang.

Nilai yang sebenarnya bukan hanya angka yang tertulis di atas kertas. Nilai yang paling penting adalah nilai kejujuran yang tertanam dalam hati.

4. Belajar Menghormati Sesama

Manusia hidup tidak sendirian. Kita membutuhkan keluarga, teman, guru, dan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus belajar menghormati orang lain.

Jangan merasa diri paling hebat. Jangan merendahkan teman yang kurang mampu. Jangan mengejek teman karena bentuk tubuh, warna kulit, pekerjaan orang tuanya, atau kekurangannya.

Kita tidak pernah tahu perjuangan seseorang di balik senyumnya.

Mungkin teman yang kita ejek karena pakaiannya sederhana sebenarnya memiliki orang tua yang bekerja keras sepanjang hari. Mungkin teman yang terlihat pendiam sedang menghadapi masalah besar di rumahnya.

Karena itu, belajarlah untuk menjaga lisan. Satu kalimat yang kita anggap sebagai candaan bisa menjadi luka yang sangat dalam bagi orang lain.

5. Menjaga Lisan dan Perilaku

Akhlak terpuji juga terlihat dari cara seseorang berbicara. Orang yang baik bukan berarti tidak pernah marah, tetapi ia mampu mengendalikan dirinya ketika marah.

Saat emosi, jangan langsung mengeluarkan kata-kata kasar. Saat berbeda pendapat, jangan langsung menghina. Saat merasa tersakiti, jangan langsung membalas dengan kejahatan.

Kekuatan yang sebenarnya bukanlah kemampuan untuk memukul orang lain. Kekuatan yang sebenarnya adalah kemampuan untuk mengendalikan diri ketika sedang marah.

Di zaman sekarang, akhlak juga harus dijaga di media sosial. Jangan karena tidak bertatap muka kemudian kita merasa bebas menghina, mencaci, 6menyebarkan fitnah, atau mempermalukan orang lain.

Jadilah orang yang tetap baik, baik ketika dilihat orang maupun ketika tidak ada yang melihat.


6. Membiasakan Kebaikan Setiap Hari

Akhlak mulia tidak terbentuk dalam satu hari. Akhlak harus dilatih dan dibiasakan.

Mulailah dari hal-hal sederhana:

Bangun pagi dan melaksanakan ibadah, Menghormati orang tua, Mengucapkan salam ketika bertemu, Berbicara dengan sopan, Tidak berbohong, Tidak mengambil hak orang lain, Membantu teman yang kesulitan, Menjaga kebersihan lingkungan, Menghormati guru, Meminta maaf ketika bersalah, Memaafkan kesalahan orang lain, Menjaga nama baik diri, keluarga, dan sekolah.

Jika kebaikan-kebaikan kecil ini dilakukan setiap hari, lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan akan membentuk karakter, dan karakter akan menentukan masa depan seseorang.

Menanamkan akhlak terpuji bukan hanya tugas guru di sekolah. Bukan pula hanya tugas orang tua di rumah. Akhlak adalah tanggung jawab setiap manusia terhadap dirinya sendiri.

Sebagai pelajar, kita harus menyadari bahwa keberhasilan hidup tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan. Banyak orang yang pintar, tetapi tidak semua orang mampu menjaga akhlaknya.

Sekolah yang hebat bukan hanya sekolah yang siswanya memperoleh nilai tinggi. Sekolah yang hebat adalah sekolah yang mampu melahirkan generasi yang berilmu, beriman, bertanggung jawab, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.


Mari kita mulai dari diri sendiri. Mari kita mulai dari hari ini.

Jangan menunggu menjadi orang besar untuk berbuat baik. Berbuat baiklah mulai sekarang, karena dari kebaikan kecil yang dilakukan setiap hari akan lahir pribadi-pribadi besar yang berakhlak mulia.

Ilmu akan meninggikan derajat seseorang, tetapi akhlak akan memuliakan dirinya.

Semoga kita semua menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga mulia dalam bersikap, lembut dalam berbicara, jujur dalam perbuatan, serta bermanfaat bagi keluarga, sekolah, masyarakat, agama, bangsa, dan negara.

Oleh. Syamsu Rizal, S.Ag


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin