Suaq Bakong - MTsN 2 Aceh Selatan melaksanakan upacara bendera di halaman multifungsi pada Senin (14/09/2026). Bertindak sebagai pembina upacara Vara Deviza, S.Pd dengan tema amanat "Etika dan Sopan Santun di Lingkungan Madrasah". Berikut isi dari amanat yang telah disampaikan.
Madrasah bukan hanya tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat untuk membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Di lingkungan madrasah, siswa tidak hanya dituntut untuk memiliki prestasi akademik, tetapi juga harus mampu menunjukkan sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu sikap penting yang harus dibiasakan adalah etika dan sopan santun.
Etika dan sopan santun merupakan cerminan kepribadian seseorang. Siswa yang memiliki sopan santun akan mampu menghargai guru, teman, tenaga kependidikan, serta seluruh warga madrasah. Sebaliknya, perilaku yang tidak sopan dapat menimbulkan konflik, merusak hubungan antarsesama, dan menciptakan suasana belajar yang tidak nyaman.
Dalam lingkungan madrasah, etika dapat diwujudkan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, menghormati orang lain, menjaga kebersihan, serta menaati peraturan madrasah. Seorang siswa hendaknya dapat memahami bahwa setiap tindakan memiliki dampak terhadap orang lain. Oleh karena itu, sebelum seseorang berbicara atau bertindak, kita perlu mempertimbangkan apakah perkataan dan perbuatan itu dapat menyakiti, merendahkan, atau mengganggu orang lain. Etika yang baik juga akan menciptakan suasana madrasah yang aman, nyaman, dan kondusif sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih baik.
Guru merupakan sosok yang memiliki peran penting dalam mendidik dan membimbing siswa. Sopan santun terhadap guru dapat dilakukan dengan cara menggunakan bahasa yang baik saat berbicara, mendengarkan ketika guru menjelaskan, tidak memotong pembicaraan, meminta izin ketika hendak meninggalkan kelas, serta melaksanakan tugas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab.
Sopan santun tidak hanya ditujukan kepada guru, tetapi juga kepada teman. Setiap siswa harus mampu belajar menghargai perbedaan karakter, kemampuan, pendapat, dan latar belakang teman-temannya. Menghormati teman dapat dilakukan dengan berbicara secara santun, tidak mengejek kekurangan teman, tidak melakukan perundungan (bullying), mau membantu teman yang mengalami kesulitan, serta menghargai pendapat orang lain.
Persahabatan yang dibangun dengan sikap saling menghargai akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Tidak seharusnya ada siswa yang merasa takut, terasing, atau direndahkan ketika berada di lingkungan madrasah. Perkataan merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sangat menentukan hubungan antarmanusia. Oleh karena itu, perlu untuk membiasakan diri menggunakan kata-kata yang baik dan santun. Hindarilah perkataan kasar, hinaan, ejekan, fitnah, dan perkataan yang dapat menyinggung perasaan orang lain. Ketika menyampaikan pendapat, gunakan bahasa yang sopan dan sampaikan dengan cara yang tidak merendahkan orang lain.
Etika dan sopan santun merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Prestasi akademik memang penting, tetapi ilmu pengetahuan akan lebih bermakna apabila disertai dengan akhlak yang baik. Setiap warga madrasah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang penuh rasa hormat, kepedulian, kedisiplinan, dan kasih sayang. Dengan membiasakan diri berkata baik, menghormati guru, menghargai teman, menjaga kebersihan, menaati aturan, serta merawat fasilitas madrasah, kita dapat bersama-sama mewujudkan madrasah yang aman, nyaman, tertib, berprestasi, dan berakhlak mulia.
“Ilmu membuat kita cerdas, tetapi etika dan sopan santun membuat kita dihargai.”
Oleh. Vara Deviza, S.Pd
Berikan Komentar