Suaq Bakong - MTsN 2 Aceh Selatan melaksanakan upacara bendera di halaman multifungsi pada Senin (28/07/2025). Bertindak sebagai pembina upacara Pembina OSIM Nanda Rizki Fandanu, S.Pd.I., M.Pd dengan tema amanat Belajar dari Sejarah untuk Masa Depan yang Lebih Baik. Amanat ini disampaikan kepada siswa-siswi sebagai bentuk hormat kepada seluruh pahlawan yang telah memperjuangkan negara dan bangsa agar bisa menjadi pelajar yang gigih dan semangat. Berikut isi dari amanat yang telah disampaikan.
Setiap kali berdiri tegak di lapangan mengibarkan bendera Merah Putih, seharusnya ada getaran di hati kita. Getaran itu adalah pengingat akan perjuangan panjang para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan yang kini kita nikmati. Ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah kesempatan untuk berefleksi dan mengambil hikmah.
https://mtsn2acehselatan.sch.id/detail/bekal-utama-seorang-pelajar-pada-tahun-pelajaran-baru
Sejarah bukanlah sekadar deretan tanggal dan nama-nama yang harus kita hafalkan. Sejarah adalah guru terbaik kita. Di dalamnya tersimpan begitu banyak pelajaran berharga; tentang keberanian, pengorbanan, kegagalan, kebangkitan, dan juga kebijaksanaan.
Mengapa kita perlu belajar dari sejarah?
Pertama, untuk memahami identitas kita. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan memahami sejarahnya. Dengan mengetahui asal-usul, budaya, dan perjuangan bangsa ini, kita akan lebih menghargai kemerdekaan dan kebhinekaan yang kita miliki. Kita akan semakin mencintai Indonesia.
Kedua, untuk menghindari kesalahan yang sama. Pepatah mengatakan, "Mereka yang melupakan sejarah akan dihukum untuk mengulanginya." Dari setiap peristiwa pahit di masa lalu, seperti konflik sosial, krisis ekonomi, atau bahkan kesalahan pengambilan keputusan, kitabisa belajar untuk tidak terjerumus ke lubang yang sama di masa depan. Kita bisa mencari solusiyang lebih bijak dan efektif.
Ketiga, untuk meneladani nilai-nilai luhur. Sejarah dipenuhi dengan kisah-kisah teladan. Ada semangat pantang menyerah para pejuang kemerdekaan, kegigihan para ilmuwan yang menemukan terobosan, atau kearifan para pemimpin yang berhasil membawa perubahan. Nilai-nilai seperti gotong royong, persatuan, keadilan, kejujuran, dan integritas adalah fondasi yang harus kita pegang teguh dalam membangun masa depan.
Keempat, untuk merancang masa depan yang lebih cerah. Dengan memahami dinamika masa lalu, kita bisa lebih bijak dalam merencanakan masa depan. Kita dapat mengidentifikasi potensi-potensi yang bisa dikembangkan dan tantangan-tantangan yang harus diatasi. Masa depan yang lebih baik tidak akan datang dengan sendirinya; ia harus kita bangun bersama, dengan bekal pelajaran dari masa lalu.
Sebagai generasi muda pewaris dan penentu masa depan bangsa. Jangan pernah merasa bahwa sejarah adalah sesuatu yang jauh dan tidak relevan. Justru, generasi muda adalah bagian dari kelanjutan sejarah itu sendiri. Tugas generasi muda sekarang adalah belajar dengan sungguh-sungguh, mengembangkan potensi diri, menjunjung tinggi nilai-nilai moral, dan selalu berinovasi.
Mari kita jadikan setiap lembar sejarah sebagai inspirasi. Mari kita ambil hikmah dari setiap peristiwa, baik yang manis maupun yang pahit. Dengan begitu, kita akan menjadi pribadi yang lebih bijaksana, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Akhir kata, marilah kita bersama-sama mewujudkan cita-cita para pendahulu kita untuk Indonesia yang lebih maju, adil, makmur, dan beradab. Jadikan semangat belajar dari sejarah sebagai pemicu untuk selalu berbuat yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, agama, bangsa, dan negara.
Oleh. Nanda Rizki Fandanu, S.Pd.I., M.Pd
Berikan Komentar